large image
Sejarah

Sejarah Berdirinya Sekolah Bentara Wacana
Berikut ini adalah artikel berdirinya Sekolah kita tercipta BENTARA WACANA, yang kami ambil dari Buku Alumni dalam acara BENTARA WACANA VAGANZA 2007.

Pada tahun 1965 banyak sekolah di Indonesia yang tutup. Hal ini menyebabkan banyak pelajar yang terlantar. Dengan demikian GKI Muntilan bertekad untuk mendirikan sekolah. Nama sekolah tersebut adalah “BENTARA WACANA”

Arti dari nama tersebut adalah “PASUKAN PEMBAWA FIRMAN”. “BENTARA” adalah pasukan, tentara atau lascar sedangkan “WACANA” adalah Firman.

Tujuan berdirinya Bentara Wacana adalah untuk melayani dengan kasih. Pelayanan ini diberikan tidak hanya untuk umat Kristen tetapi untuk seluruh masyarakat.

TK Bentara Wacana

Tepatnya 26 Januari 1967 berdiri TK dan SD Bentara Wacana. Sebagian berlokasi di GKI jalan Karangwatu No.43 dan sebagian di sebelah barat sungi Blongkeng. Pembagian ruangannya adalah gedung Gereja untuk kelas I dan II SD, ruang pertemuan majelis untuk TK dan kelas III sampai dengan kelas VI SD bertempat di sebelah barat sungi Blongkeng. Guru-guru pada saat itu antara lain: Ibu Iswaniarti, Ibu Herpiningsih, dan Ibu Kusdijanti. Sedangkan sebagai Kepala Sekolah SD adalah Bapak Hadi Surachman.

Tahun 1972, Bapak Bagio Binoto Lestario, sebagai simpatisan GKI Muntilan dan keluarga tergerak untuk menyunbangkan tanah bagi Bentara Wacana. Tanah ini terletak di jalan Klangon No.40A Muntilan. Tanah tersebut kemudian dibangun menjadi TK, SD dan Lapangan Basket. Pada tahun 1974, SD dan TK mulai menggunakan lokasi ini.

SMP Bentara Wacana

Pada tahun yang sama, banyak orang tua murid yang mendesak agar didirikan Sekolah Menengah Pertama. Hal ini disebabkan mereka melihat perkembangan SD dan TK yang cukup baik. Dengan penuh keberanian dibangunlah lokasi SMP Bentara Wacana, yang terletak di sebelah timur lapangan Basket.

Pada mulainya siswa SMP berjumlah 24 anak. Saai itu, menjabat sebagai kepala sekolah adalah Ibu Dra. Debora H.T. Dengan para pengajar Bapak Basuki, Bapak Surya, dan Ibu Dewi yang merupakan pengajar angkatan pertama. Tahun 1975 SMP Bentara Wacana mengalami perkembangan. Murid kelas I berjumlah 16 anak dan kelas II, 15 anak.
Pada tahun berikutnya jumlah siswa kelas I meningkat menjadi 26 anak, sedangkan jumlah siswa kelas II adalah 1 anak. Pada tahun yang sama, sekolah berhasil mengikutsertakan 1 anak kelas III dalam ujian negeri yang seluruhnya berhasil lulus ujian.

SMA Bentara Wacana
Melihat keberhasilan SMP, maka pada tahun 1976, para orang tua murid kembali mendesak yayasan untuk mendirikan SMA. Dalam rangka mendirikan SMA, yayasan meminjam dana pada Dinas Sekolah yang merupakan persekutuan GKI-GKJ di Salatiga. Dinas Sekolah memberikan pinjaman yang diserhkan kepada Bapak Bagio Binoto Lestario. Oleh beliau uang tersebut diusahakan sehingga menjadi berlipat ganda.

Dengan uang itu dibangunlah gedung SMA. Gedung ini berlokasi di sebelah timur SMP. Bersama itu pula dibangunlah Lapangan Bola Voli.

Tahun 1977, SMA Bentara wacana resmi dibuka. Sebagai kepala sekolah saat itu adalah Ibu Debora yang juga masih menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP. Pada saat itu beliau dibantu oleh Bapak Agung. Dengan salah satu pamongnya adalah bapak Surya Sudharta.

YPKI

Pada mulanya yayasan yang menangani bedirinya Bentara Wacana adalah Cabang Yayasan Pendidikan Kristen Indonesia yang berpusat di Magelang. Hal ini terkadang menimbulkan masalah. Karena pada tanggal 7 Januari 1982 didirikan sebuah yayasan sendiri. Yayasan itu berdasarkan kasih dan bertanggung jawab kepada Majelis GKI Muntilan. Nama yayasan tersebut adalah Yayasan Pendidikan Kristen Indonesia (YPKI) Muntilan yang pengelolanya berdiri sendiri. YPKI muntilan berdiri pada tanggal 7 Januari 1982 dengan susunan pengurus sebagai berikut:

Ketua Umum : Bp. Herry Hartanto
Sekretaris : Bp. Adi Christianto
Bendahara : Ibu Bagio Binoto Lestario
Anggota : Bp. Pujo, Bp. Daniel, Bp. Simon Sugito, Bp. Lukmantoro.

Sumber : Buku Lustrum dan Reuni Sekolah Bentara Wacana Vaganza 2007.